Tetap hidup tanpa 6 organ ini

Menurut Dr.Len Horovitz , pakar paru dari Lenox Hill Hospital di New York , AS , pada masa sekarang pun jikalau terjadi komplikasi radang paru dan batuk rejan yang sulit ditangani dokter terpaksa harus membuang paru yang terinfeksi. Demikian juga halnya dengan kanker paru.

Jika satu paru diangkat , paru yang masih tersisa akan mengambil alih peran tersebut. Karena itu hidup dengan satu paru tidak terlalu besar lengan berkuasa dalam kehidupan sehari-hari.

Kendati kita harus berusaha untuk menjaga organ badan selengkap mungkin , namun ternyata kita tetap mampu hidup meski tanpa organ-organ berikut ini:


Ginjal
Manusia memiliki dua ginjal meski bergotong-royong kita tetap mampu bertahan hidup hanya dengan satu ginjal. Ada orang-orang yang terlahir hanya dengan satu ginjal , atau satu ginjal terpaksa diambil untuk didonorkan atau diangkat setelah terjadinya cedera.

Secara umum , seseorang mampu hidup dengan normal hanya dengan satu ginjal. Bahkan secara teknis bergotong-royong kita mampu hidup tanpa ginjal , tetapi harus melaksanakan basuh darah secara rutin.

Limpa
Fungsi limpa yaitu menyaring darah dan membantu badan melawan infeksi. Akan tetapi organ ini tidak esensial untuk bertahan hidup. Limpa mampu diangkat , misalnya jikalau terjadi kerusakan. Namun orang yang hidup tanpa limpa cenderung mudah tertular penyakit.

Organ reproduksi
Ada beberapa penyebab mengapa wanita terpaksa menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim , antara lain kanker , tumor dalam rahim , nyeri pelvis kronik , dan sebagainya. Sekitar 1 dari 3 wanita di AS menjalani prosedur histerektomi di usia 60 tahun. Sementara kaum pria juga mampu menjalani pengangkatan testis jikalau terkena kanker testis.

Lambung
Lambung terkadang diangkat sebagian atau seluruhnya sebagai adegan dari terapi kanker lambung. Prosedur ini dikenal sebagai gastrektomi. Dalam prosedur ini , usus kecil disambungkan dengan esofagus.

Seseorang yang menjalani gastrektomi total akan menerima nutrisi lewat pembuluh darah selama beberapa ahad pasca operasi. Setelah itu mereka sudah mampu makan aneka macam makanan meski dalam porsi kecil.

Usus besar
Penyakit kanker usus atau penyakit Chrohns juga akan membuat penderitanya menjalani pengangkatan kolon atau usus besar. Kita mampu hidup tanpa kolon tetapi harus memakai kantong di adegan perut untuk menampung hasil buangan. Tetapi kini dokter juga mampu melaksanakan operasi untuk membuat semacam kantong di usus halus sebagai pengganti usus yang dibuang.

Usus buntu
Panjang usus buntu , yang bentuknya seolah-olah cacing dan menempel pada adegan awal usus besar ini yaitu sekitar 8 ,5 cm. Tidak terperinci apa fungsi usus buntu , kemungkinan besar usus ini berperan sebagai imunitas usus besar. Usus ini sering diangkat jikalau mengalami peradangan atau pembengkakan.

Komentar