Sobat berikut sedikit wacana apa itu yang orang - orang sering bilang cinta , hehehe , bergotong-royong sih gua juga gak hebat - hebat banget untuk menjadi konceling yang namanya begituan , yahh , namun punyalah sedikit wacana pengalaman , koreksi bareng - bareng aja :)
Saat kau mencicipi cinta sejati , kau menyayangi seseorang apa adanya , memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannyasambil melihat sisi terbaiknya. Saat kau cinta buta dengan seseorang , kau menganggap beliau begitu tepat sampai menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.
Sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati itu tipiiiiiissss banget ya?
Kemungkinan besar kau akan mencoba memahami kekurangannya. Di dikala itu.. apakah kau mencintainya secara buta atau memang hanya mencintai beliau apa adanya?
Karena namanya insan memang tak pernah lepas dari kesalahan , apakah itu berarti mencintainya secara buta atau mencintai apa adanya?
Namun tak juga kau berpaling dari sang kekasih apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?
Sehingga tak ada yang bisa menggantikan kehadirannya , apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta? tanpa harus membutakan mata?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?
Hmmmmm…
Kalau dipikir-pikir lagi...
Saat kau mencintai seseorang begitu dalamnya...
Saat beliau melaksanakan kesalahan dan kau memaafkannya...
Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya...
Atau dikala kau menganggapnya begitu sempurna...
Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya...
Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Saat kau mencicipi cinta sejati , kau menyayangi seseorang apa adanya , memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannyasambil melihat sisi terbaiknya. Saat kau cinta buta dengan seseorang , kau menganggap beliau begitu tepat sampai menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.
Sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati itu tipiiiiiissss banget ya?
Kemungkinan besar kau akan mencoba memahami kekurangannya. Di dikala itu.. apakah kau mencintainya secara buta atau memang hanya mencintai beliau apa adanya?
Karena namanya insan memang tak pernah lepas dari kesalahan , apakah itu berarti mencintainya secara buta atau mencintai apa adanya?
Namun tak juga kau berpaling dari sang kekasih apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?
Sehingga tak ada yang bisa menggantikan kehadirannya , apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta? tanpa harus membutakan mata?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?
Hmmmmm…
Kalau dipikir-pikir lagi...
Saat kau mencintai seseorang begitu dalamnya...
Saat beliau melaksanakan kesalahan dan kau memaafkannya...
Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya...
Atau dikala kau menganggapnya begitu sempurna...
Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya...
Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?

Komentar
Posting Komentar